Wednesday, 17 April 2013

Perpindahan Kalor

Saat kita berada di tengah lapangan jika ada terik matahari maka kita merasakan panas. Panas tersebut merupakan bukti  adanya rambatan energi dari matahari menuju bumi. Contoh lainnya jika air panas dicampur  dengan air dingin maka suhu air  panas akan turun sedangkan suhu  air dingin naik. Hal ini terjadi karena benda panas memberikan kalor kepada benda dingin. Jadi kalor berpindah dari benda yang suhunya tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Kalor adalah salah satu bentuk energi yang merupakan energi termal. Energy termal ini berbentuk energi kinetik atom atau molekul dalam suatu bahan. Energi dapat berubah dari satu energi ke jenis energi lain juga dapat berpindah/merambat. Ada tiga jenis perpindahan energi yaitu konduksi, konveksi dan radiasi.

         a.   Perpindahan Kalor Secara Konduksi
Perpindahan kalor secara konduksi disebabkan karena partikel-partikel penyusun ujung zat yang bersentuhan dengan sumber kalor begetar. Makin besar getarannya makin besar energi kinetiknya. Karena energi kinetik partikel bergerak bebas hingga bertabrakan dengan partikel lain. Contohnya jika sebuah batang besi dipanaskan pada salah satu ujungnya, lama-kelamaan seluruh batang besi akan menjadi panas.


 b.      Perpindahan Kalor Secara Konveksi
  Konveksi adalah perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat. Perpindahan kalor dengan cara konveksi terjadi karena adanya perbedaan massa jenis zat. Konveksi dapat terjadi pada zat cair dan gas.
Konveksi pada zat cair contohnya saat memasak air, Air dipanaskan akan memuai sehingga massa jenisnya akan berkurang. Karena massa jenisnya berkurang, air bergerak naik. Tempatnya digantikan oleh air yang suhunya lebih rendah, bergerak turun karena massa jenisnya lebih besar.


Sedangkan konveksi pada gas contohnya angin laut dan angin darat, angin laut terjadi pada siang hari dimana tanah lebih cepat menjadi panas daripada laut sehingga udara yang diatas daratan lebih panas daripada udara yang diatas laut membuat udara yang diatas daratan naik dan tempatnya digantikan oleh udara yang diatas, angin darat terjadi pada malam hari dimana udara di tanah lebih cepat dingin dibandingkan lautan sehingga udara diatas daratan lebih dingin daripada diatas laut dan udara diatas laut naik dan tempatnya digantikan oleh udara diatas daratan.



       c.       Perpindahan Kalor Secara Radiasi
   Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa zat perantara. Contohnya sinar matahari memanasi tubuh kita. Pemanfaatan radiasi dalam kehidupan sehari-hari contohnya adalah pendiangan rumah dan panel surya. Pendingin rumah, sebagian besar kalor pada pendingan rumah akan naik ke atas cerobong asap karena dibawa oleh arus konveksi udara, tubuh kita merasa hangat karena penjalaran kalor ke samping dalam bentuk gelombang elektromagnetik, proses tubuh merasa hangat merupakan proses penghantaran kalor secara radiasi.


Read more » 0 comments

Masalah Belajar



Dalam seluruh proses pendidikan, belajar merupakan kegiatan inti. Pendidikan itu sendiri dapat diartikan sebagai bantuan perkembangan melalui kegiatan belajar. Secara psikologis belajar dapat diartikan sebagai proses memperoleh perubahan tingkah laku (baik dalam kognitif, af'ektif, maupun psikomotor) untuk memperoleh respons yang diperlukan dalam interaksi dengan lingkungan secara efisien.
Dalam kegiatan belajar dapat timbul berbagai masalah baik bagi pelajar itu sendiri maupun bagi pengajar. Misalnya bagaimana menciptakan kondisi yang baik agar berhasil, memilih metode dan alat-alat sesuai dengan jenis dan situasi belajar, membuat rencana belajar bagi siswa, menyesuaikan proses belajar dengan keunikan siswa, penilaian hasil belajar, diagnosis kesulitan belajar, dan sebagainya. Bagi siswa sendiri, masalah-masalah belajar yang mungkin timbul misalnya pengaturan waktu belajar, memilih cara belajar, menggunakan buku-buku pelajaran, belajar berkelompok, mempersiapkan ujian, memilih mata pelajaran yang cocok, dan sebagainya.
Keberhasilan belajar siswa/mahasiswa itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal (yang bersumber dari dalam diri sendiri) maupun eksternal (yang bersumber dari luar atau lingkungan).
a. Faktor Internal
Ada beberapa faktor yang harus dipenuhi siswa agar belajarnya berhasil. Syarat-syarat itu meliputi fisik dan psikis. Yang termasuk faktor fisik, di antaranya: nutrisi (gizi makanan), kesehatan dan keberfungsian fisik (terutama pancaindera). Kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan kelesuan, lekas mengantuk, lekas lelah, dan kurang bisa konsentrasi. Penyakit juga dapat mempengaruhi keberhasilan belajar, apabila penyakit itu bersifat kronis atau terus menerus dan mengganggu kenyamanan. Pancaindera pun sangat berpengaruh terhadap belajar, karena merupakan pintu gerbang masuknya informasi dari luar. Oleh karena itu, pemeliharaan yang intensif sangat penting bagi individu. Sementara yang masuk faktor psikis di antaranya adalah kecerdasan, motivasi, minat, sikap dan kebiasaan belajar, dan suasana emosi. Apabila kedua faktor tersebut tidak terpenuhi atau mengalami gangguan, maka kemungkinan besar individu akan mengalami kesulitan belajar.
Menurut W.H. Burton (Syamsu Yusuf LN dkk., 1992) faktor internal yang mengakibatkan kesulitan belajar adalah sebagai berikut.

Ketidakseimbangan mental atau gangguan fungsi mental: kurangnya kemampuan mental yang bersifat potensial (kecerdasan), kurangnya kemampuan mental, seperti kurang perhatian, adanya kelainan, lemah dalam berusaha, menunjukkan kegiatan yang berlawanan, kurangnya energi untuk bekerja atau belajar karena kekurangan makanan yang bergizi, kurangnya penguasaan terhadap kebiasaan belajar dan hal-hal fundamental dan kesiapan diri yang kurang matang.
Gangguan fisik: kurang berfungsinya organ-organ perasaan, alat-alat bicara dan gangguan kesehatan (sakit-sakitan).
Gangguan emosi: merasa tidak aman, kurang bisa menyesuaikan diri, baik dengan orang, situasi, maupun kebutuhan, adanya perasaan yang kompleks (tidak karuan), perasaan takut yang berlebihan (phobia), perasaan ingin melarikan diri atau menghindar dari masalah yang dialami dan ketidakmatangan emosi.

b. Faktor Eksternal
Faktor ini meliputi aspek-aspek sosial dan nonsosial. Yang dimaksud dengan faktor sosial adalah faktor manusia, baik yang hadir secara langsung (bertatap muka atau berkomunikasi langsung), maupun kehadirannya secara tidak langsung, seperti: berupa foto, suara (nyanyian, pembicaraan) dalam radio, TV, dan tape recorder. Sedangkan yang termasuk faktor nonsosial adalah: keadaan suhu udara (panas, dingin), waktu (pagi, siang, malam), suasana lingkungan (sepi, bising atau ramai), keadaan tempat (kualitas gedung, luas ruangan, kebersihan, ventilasi, dan kelengkapan mebeler), kelengkapan alat-alat atau fasilitas belajar (ATK, alat peraga, buku-buku sumber, dan media komunikasi belajar lainnya).
Jadi jelas bahwa dalam kegiatan belajar ini banyak masalah-masalah yang timbul terutama yang dirasakan oleh siswa sendiri. Sekolah mempunyai tanggung jawab yang besar dalam membantu siswa agar mereka berhasil dalam belajar. Untuk itu hendaknya sekolah memberikan bantuan kepada siswa dalam mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam kegiatan belajar. Di sinilah penting dan perlunya program bimbingan dan konseling untuk membantu agar mereka berhasil dalam belajar. Layanan bantuan yang seyogianya diberikan kepada para siswa adalah bimbingan belajar. Bimbingan belajar ini meliputi beberapa kegiatan layanan, baik yang bersifat preventif maupun kuratif. Layanan yang bersifat preventif di antaranya dengan pemberian layanan informasi sebagai berikut: Sikap dan kebiasaan belajar yang positif, cara membaca buku yang efektif, cara membuat catatan pelajaran, cara mengikuti kegiatan belajar di dalam dan di luar kelas, cara belajar kelompok, dan teknik menyusun laporan. Adapun bimbingan belajar yang bersifat kuratif adalah layanan bantuan bagi para siswa yang memiliki masalah atau kesulitan belajar. Untuk membantu mereka, maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a.    Mengidentifikasi kasus, dengan cara membandingkan nilai setiap siswa dengan nilai batas lulus kelompok, dan menerima laporan dari setiap guru atau wali kelas tentang aktivitas belajar setiap siswa yang diduga bermasalah dalam belajar.
b.    Mengidentifikasi. letaknya masalah, dengan cara melihat kawasan tujuan belajar mana yang belum tercapai, dan melihat ruang lingkup atau bahan ajar mana yang belum dikuasai.
c.    Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar (diagnosis). Faktor-faktor penyebab ini dapat diklasifikasikan ke dalam dua laktor, yaitu: internal (yang berasal atau bersumber dari diri siswa itu sendiri) dan eksternal (yang bersumber dari luar atau lingkungan).
d.    Prognosis, mengambil kesimpulan dan keputusan serta meramalkan kemungkinan penyembuhannya.
e.    Treatment, pemberian layanan bantuan sesuai dengan prognosis yang telah dilakukan.
Read more » 0 comments

Penjelasan Hukum Gravitasi Newton


Salam Coreter ! Coretan ini merupakan salah satu bagian dari tugas dari presentasi media pembelajaran, materi ini sangat sesuai dengan apa yang coreter sampaikan pada saat presentasi sehingga langsung dsantap saja dengan berbagai pertimbangan yang sangat mendesak. Selamat membaca dan memahami !

Dalam memahami perilaku benda-benda di alam semesta dengan semua interaksi yang mungkin terjadi antar benda tersebut, Hukum Gravitasi Newton merupakan salah satu instrumen penting yang dapat digunakan dalam memberikan penggambaran terhadap perilaku tersebut. Walaupun Hukum Kepler merupakan langkah penting untuk mengerti gerakan planet-planet, namun hukum tersebut tetap hanya aturan empiris yang diperoleh dari hasil pengamatan astronomis yang pernah dilakukan oleh Brahe.

Dalam merumuskan hukum gravitasinya, Newton mengambil suatu langkah raksasa ke depan dan menghubungkan percepatan sebuah planet dalam orbitnya dengan gaya yang dilakukan oleh matahari pada planet yang berubah secara terbalik dengan kuadrat jarak antara matahari dan planet tersebut. Selain Newton, orang lain juga menyadari bahwa gaya-gaya semacam itu memang ada dan sudah umum berlaku terhadap semau benda.  Tetapi, hanya Newton yang mampu memberikan bukti bahwa gaya yang berubah secara terbalik dengan kuadrat jarak pisah akan menghasilkan orbit eliptis seperti yang diamati oleh Kepler.

Setelah itu, Newton berasumsi bahwa gaya semacam itu ada antara tiap dua benda dalam alam semesta, atau gaya itu berlaku secara umum. Sebelum Newton, belum ada yang berani berasumsi bahwa hukum-hukum Fisika yang bekerja pada bumi juga berlaku untuk benda-benda lainnya di langit. Hukum Gravitasi Newton menyatakan terdapat gaya tarik pada sebuah benda yang bekerja pada benda lainnya yang sebanding dengan massa kedua benda tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak pisah antara mereka. Hukum gravitasi Newton dapat ditulis dengan rumusan vektor sederhana.  

Misalkan, m1 dan m2 adalah massa titik dari dua benda yang dipisahkan oleh jarak r12, yaitu magnitude vector r12 yang mengarah dari massa m1 ke m2.


Gambar di atas adalah sebuah partikel bermassa m1 di posisi r1 dan partikel kedua bermassa m2 di posisi r2. Vektor r12 mengarah dari m1 ke m2. Gaya F12 yang diberikan oleh massa m1 pada m2 adalah:

Dengan r12 adalah vektor satuan yang mengarah dari m1 ke mdan G adalah konstanta gravitasi universal yang nilainya :
G = 6,67 x 10-11 N.m2/kg2.


Dari hukum ketiga Newton, gaya F21 yang dikerjakan oleh m2 pada m1 adalah negatif dari F12. Artinya F21 adalah sama besarnya dengan F12 tetapi arahnya berlawanan. Besarnya gaya gravitasi yang dikerjakan oleh sebuah partikel bermassa m1 pada partikel lain bermassa m2 yang jauhnya r diberikan oleh:

F = G m1.m2 / 2

Newton menerbitkan teori gravitasinya pada tahun 1686. Newton menunjukkan bahwa pada umumnya, bila sebuah benda bergerak mengelilingi pusat gaya seperti matahari ke mana benda itu ditarik oleh sebuah gaya yang berubah dengan 1/r2, lintasan benda itu adalah elips, parabola atau hiperbola. Lintasan parabola dan hiperbola berlaku untuk benda-benda  yang hanya sekali mendekati satu lewatan matahari dan tak pernah kembali. Orbit semacam itu bukan orbit tertutup. Satu-satunya orbit tertutup yang mungkin dalam medan gaya berbanding terbalik kuadrat adalah elips. Jadi, Hukum I Kepler merupakan akibat langsung dari Hukum Gravitasi Newton.

Referensi : 
Read more » 0 comments

Thursday, 28 March 2013

Cara Membuat Gambar Keep Calm

Akhir-akhir ini semakin marak gambar berupa tulisan " keep calm " dengan berbagai kata-kata inspiratif, dan setelah ditulusuri coreter menemukan cara singkat membuat gambar tersebut sesuai dengan kata-kata yang coreter inginkan, bisa kita ubah sesuai dengan keinginan kita. 
Berikut langkah-langkahnya :
1. Pastikan terhubung ke internet, masuk ke http://www.keepcalm-o-matic.co.uk/


2. Setelah halaman terbuka seperti diatas, klik menu Create A Poster 


3. Setelah itu, isikan kolom-kolom yang ada sesuai dengan keinginan coreter,


4. Setelah selesai memasukan semua kriteria, masukan nama ( bebas ) dan klik "Generate My Poster"


5. Jreng-jreng, gambar telah selesai tinggal klik kanan digambar dan save as image ...


6. Selesai, gambar tinggal digunakan sesuai keinginan !



Read more » 5 comments

Copyright © CORET-CORETAN 2013

Template By assaul