Showing posts with label FISIKA. Show all posts
Showing posts with label FISIKA. Show all posts

Monday, 28 March 2022

Besaran Satuan

Contoh Soal 

Diantara kelompok besaran-besaran berikut ini yang hanya terdiri atas besaran turunan adalah ....

A. waktu, kecepatan, dan luas
B. massa jenis, kecepatan, dan tekanan
C. volume, berat, dan temperatur
D. percepatan, energi, dan temperatur
E. waktu, massa jenis, dan berat


Jawab:
Besaran Pokok ada 7, selain itu besaran turunan.

Panjang
Massa
Waktu
Suhu/Temperatur
Jumlah zat
Kuat arus
Intensitas Cahaya

untuk mempermudah ( PaMaWaSuJuKI)

Jawaban yang tepat adalah B karena tidak ada besaran Pokok.


Read more » 0 comments

Wednesday, 17 April 2013

Perpindahan Kalor

Saat kita berada di tengah lapangan jika ada terik matahari maka kita merasakan panas. Panas tersebut merupakan bukti  adanya rambatan energi dari matahari menuju bumi. Contoh lainnya jika air panas dicampur  dengan air dingin maka suhu air  panas akan turun sedangkan suhu  air dingin naik. Hal ini terjadi karena benda panas memberikan kalor kepada benda dingin. Jadi kalor berpindah dari benda yang suhunya tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Kalor adalah salah satu bentuk energi yang merupakan energi termal. Energy termal ini berbentuk energi kinetik atom atau molekul dalam suatu bahan. Energi dapat berubah dari satu energi ke jenis energi lain juga dapat berpindah/merambat. Ada tiga jenis perpindahan energi yaitu konduksi, konveksi dan radiasi.

         a.   Perpindahan Kalor Secara Konduksi
Perpindahan kalor secara konduksi disebabkan karena partikel-partikel penyusun ujung zat yang bersentuhan dengan sumber kalor begetar. Makin besar getarannya makin besar energi kinetiknya. Karena energi kinetik partikel bergerak bebas hingga bertabrakan dengan partikel lain. Contohnya jika sebuah batang besi dipanaskan pada salah satu ujungnya, lama-kelamaan seluruh batang besi akan menjadi panas.


 b.      Perpindahan Kalor Secara Konveksi
  Konveksi adalah perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat. Perpindahan kalor dengan cara konveksi terjadi karena adanya perbedaan massa jenis zat. Konveksi dapat terjadi pada zat cair dan gas.
Konveksi pada zat cair contohnya saat memasak air, Air dipanaskan akan memuai sehingga massa jenisnya akan berkurang. Karena massa jenisnya berkurang, air bergerak naik. Tempatnya digantikan oleh air yang suhunya lebih rendah, bergerak turun karena massa jenisnya lebih besar.


Sedangkan konveksi pada gas contohnya angin laut dan angin darat, angin laut terjadi pada siang hari dimana tanah lebih cepat menjadi panas daripada laut sehingga udara yang diatas daratan lebih panas daripada udara yang diatas laut membuat udara yang diatas daratan naik dan tempatnya digantikan oleh udara yang diatas, angin darat terjadi pada malam hari dimana udara di tanah lebih cepat dingin dibandingkan lautan sehingga udara diatas daratan lebih dingin daripada diatas laut dan udara diatas laut naik dan tempatnya digantikan oleh udara diatas daratan.



       c.       Perpindahan Kalor Secara Radiasi
   Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa zat perantara. Contohnya sinar matahari memanasi tubuh kita. Pemanfaatan radiasi dalam kehidupan sehari-hari contohnya adalah pendiangan rumah dan panel surya. Pendingin rumah, sebagian besar kalor pada pendingan rumah akan naik ke atas cerobong asap karena dibawa oleh arus konveksi udara, tubuh kita merasa hangat karena penjalaran kalor ke samping dalam bentuk gelombang elektromagnetik, proses tubuh merasa hangat merupakan proses penghantaran kalor secara radiasi.


Read more » 0 comments

Penjelasan Hukum Gravitasi Newton


Salam Coreter ! Coretan ini merupakan salah satu bagian dari tugas dari presentasi media pembelajaran, materi ini sangat sesuai dengan apa yang coreter sampaikan pada saat presentasi sehingga langsung dsantap saja dengan berbagai pertimbangan yang sangat mendesak. Selamat membaca dan memahami !

Dalam memahami perilaku benda-benda di alam semesta dengan semua interaksi yang mungkin terjadi antar benda tersebut, Hukum Gravitasi Newton merupakan salah satu instrumen penting yang dapat digunakan dalam memberikan penggambaran terhadap perilaku tersebut. Walaupun Hukum Kepler merupakan langkah penting untuk mengerti gerakan planet-planet, namun hukum tersebut tetap hanya aturan empiris yang diperoleh dari hasil pengamatan astronomis yang pernah dilakukan oleh Brahe.

Dalam merumuskan hukum gravitasinya, Newton mengambil suatu langkah raksasa ke depan dan menghubungkan percepatan sebuah planet dalam orbitnya dengan gaya yang dilakukan oleh matahari pada planet yang berubah secara terbalik dengan kuadrat jarak antara matahari dan planet tersebut. Selain Newton, orang lain juga menyadari bahwa gaya-gaya semacam itu memang ada dan sudah umum berlaku terhadap semau benda.  Tetapi, hanya Newton yang mampu memberikan bukti bahwa gaya yang berubah secara terbalik dengan kuadrat jarak pisah akan menghasilkan orbit eliptis seperti yang diamati oleh Kepler.

Setelah itu, Newton berasumsi bahwa gaya semacam itu ada antara tiap dua benda dalam alam semesta, atau gaya itu berlaku secara umum. Sebelum Newton, belum ada yang berani berasumsi bahwa hukum-hukum Fisika yang bekerja pada bumi juga berlaku untuk benda-benda lainnya di langit. Hukum Gravitasi Newton menyatakan terdapat gaya tarik pada sebuah benda yang bekerja pada benda lainnya yang sebanding dengan massa kedua benda tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak pisah antara mereka. Hukum gravitasi Newton dapat ditulis dengan rumusan vektor sederhana.  

Misalkan, m1 dan m2 adalah massa titik dari dua benda yang dipisahkan oleh jarak r12, yaitu magnitude vector r12 yang mengarah dari massa m1 ke m2.


Gambar di atas adalah sebuah partikel bermassa m1 di posisi r1 dan partikel kedua bermassa m2 di posisi r2. Vektor r12 mengarah dari m1 ke m2. Gaya F12 yang diberikan oleh massa m1 pada m2 adalah:

Dengan r12 adalah vektor satuan yang mengarah dari m1 ke mdan G adalah konstanta gravitasi universal yang nilainya :
G = 6,67 x 10-11 N.m2/kg2.


Dari hukum ketiga Newton, gaya F21 yang dikerjakan oleh m2 pada m1 adalah negatif dari F12. Artinya F21 adalah sama besarnya dengan F12 tetapi arahnya berlawanan. Besarnya gaya gravitasi yang dikerjakan oleh sebuah partikel bermassa m1 pada partikel lain bermassa m2 yang jauhnya r diberikan oleh:

F = G m1.m2 / 2

Newton menerbitkan teori gravitasinya pada tahun 1686. Newton menunjukkan bahwa pada umumnya, bila sebuah benda bergerak mengelilingi pusat gaya seperti matahari ke mana benda itu ditarik oleh sebuah gaya yang berubah dengan 1/r2, lintasan benda itu adalah elips, parabola atau hiperbola. Lintasan parabola dan hiperbola berlaku untuk benda-benda  yang hanya sekali mendekati satu lewatan matahari dan tak pernah kembali. Orbit semacam itu bukan orbit tertutup. Satu-satunya orbit tertutup yang mungkin dalam medan gaya berbanding terbalik kuadrat adalah elips. Jadi, Hukum I Kepler merupakan akibat langsung dari Hukum Gravitasi Newton.

Referensi : 
Read more » 0 comments

Copyright © CORET-CORETAN 2013

Template By assaul