Showing posts with label CORETAN. Show all posts
Showing posts with label CORETAN. Show all posts

Wednesday, 7 May 2014

Tentang berita yang diberitakan

Media massa ramai-ramai memberitakan berbagai kasus mengerikan yang terjadi di berbagai belahan ibu pertiwi. Mungkin sudah menjadi para pencari berita yang pada khususnya mencari apa-apa yang dapat menjadi nilai jual tinggi, rating meningkat dan berbagai penghargaan lain. Ya kalau menurut saya mah, itu hanya sebagian akibat dari apa yang telah dilakukan. Kreatif, Inovatif, Faktual dan Bernilai mungkin itu yang perlu dipertimbangkan, aspek ini tidak hanya dalam hal mencari keuntungan pribadi atau pihak yang dinaungi melainkan menjadi bahan pembeda untuk tiap orang yang menerima berita. Tolong sampaikan informasi yang benar-benar memberikan kabar yang lebih menginspirasi ke arah positif, mungkin tidak akan memberi efek lebih jauh tapi setidaknya dengan mendengar kabar baik setiap orang akan melihat, mendengar, dan melakukan apa yang diketahui sesuai dengan apa yang disaksikan dan difahami. Teringat sebuah kata yang penuh makna dari seorang filusuf " i hear and i forget, i see and i remember,  i do and  i understand "
Kasus JIS, Emon, Renggo masih akan menjadi trending topik di berbagai media masa, ya untuk kasus sperti ini tolonglah jangan terus diperbesar bahkan sampai ke akar-akarnya. jujur, saya amat merasa bosan dan ngeri dengan berbagai pemberitaan yang ada. sebaliknya tontonan yang lebih menginspirasi mungkin lebih banyak disampaikan sehingga aura-aura positif lebih banyak diserap. Ya itu sih kembali ke pribadi masing-masing, mangga diresapi dan dihayati ... 
ini hanya opini dan jeritan kecil makhluk yang suka corat-coret, dan pelajaran selama beberapa pekan ini mengingat kembali ayat Allah swt. " apakah sama orang yang berfikir dengan orang yang tidak berfikir ? " 

Salam coreter,
Read more » 0 comments

Friday, 2 May 2014

Tut Wuri Handayani

Tanggal 2 mei yang juga merupakan tanggal lahir adik pertama saya merupakan salah satu tanggal bersejarah bagi bangsa indonesia, tepatnya merupakan Hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas ). Sejauh mana perkembangan pendidikan di indonesia? pertanyaan yang kurang begitu penting bagi saya, yang jelas pendidikan pada saat ini sangat beranekaragam dengan berbagai carut marut yang menyertainya. Yang paling disorot pada saat ini pro dan kontra mengenai Ujian Nasional. Perlu diketahui bahwa saat ini media online dengan berbagai fasilitasnya terdapat sebuah alamat ( website ) dengan URL : www.tolakujiannasional.com.

Tak terbayang apa yang terfikirkan oleh seorang yang bernama Ki Hajar Dewantara yang notabene merupakan tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan taman siswa melihat kondisi pendidikan di Indonesia saat ini ?


Pahlawan yang satu ini tidak identik dengan senjata, berperang dan mati-matian membela tanah air dari penjajahan. Namun, pada dasarnya barangsiapa yang bisa memajukan berbagai bidang; sosial, budaya, ekonomi, pendidikan teknologi dll. yang pada dasarnya bertujuan untuk memajukan kesejahteraan rakyat banyak maka patutlah kita katakan sebagai pahlawan nasional.
Jasa beliau diantaranya beberapa kalimat filosofis dalam pengembangan pendidikan di Indonesia yang sering kita dengar diantaranya "ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, Tut Wuri Handayani" yang memiliki arti " di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan"
Puncaknya beliau dianugrahi sebagai bapak pendidikan nasional Indonesia dan berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 305 tahun 1959 tertanggal 28 November 1959, hari kelahiran Ki Hajar Dewantara yaitu tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai hari pendidikan nasional. ( www.infonews.web.id )

sudah semestinya kita fahami, kita sadari, perjuangan dalam memperjuangkan namanya pendidikan sedemikian rupa tantangan dan jalan terjalnya, sedangkan keadaan saat ini sangat jauh dibanding dengan pengorbanan yang beliau kerahkan, lantas seperti apakah penerus bangsa yang notabene melanjutkan perjuangan Ki Hajar Dewantara melaksanakan amanat tersirat ini ? silahkan jawab sesuai dengan situasi dan kondisi rekan yang alami saat ini !

Salam Coreter, 
Read more » 0 comments

Wednesday, 30 April 2014

"Rukhsah" dalam Kuliah

Hari rabu, tepatnya tanggal 30 April 2014 sebuah fenomena langka terjadi dalam kehidupan perkuliahan coreter, hal ini terjadi saat coreter melaksanakan UTS mata kuliah Fisika Kuantum. Fenomena tersebut terlihat pada lembar soal yang memuat catatan dalam lembar akhir, pernyataannya berikut :


nah mengapa disebut fenomena langka ? coba siapa yang pernah menegalami kejadian seperti ini ? jujur coreter mengalami kejadian ini pertama kali sehingga coreter sangat tercengang ( said ca lontong mah ) dan mungkin ini yang dinamakan rukhsah dalam perkuliahan khusunya ketika ujian. ya itu hanya sebatas hipotesis dengan mempertimbangkan beberapa aspek mengenai kriteria rukhsah itu sendiri, dan yang paling dominan mungkin bahwa rukhsah mempunyai makna "kemudahan atau keringanan".

Rukhsah secara bahasa mempunyai makna keringanan, kata ini berasal dari fiil madhi rakhasa yang bermakna telah menurunkan atau telah meringankan. sedangkan secara istilah mempunyai makna memberikan setelah sebelumnya dilarang. ( Abdurrahman )

lantas mengapa kasus ini dikatakan rukhsah, jelas pada dasarnya ujian dilaksanakan pada hari itu dan selesai pada hari itu juga. pada kenyataannya ketika coreter membaca-baca soal yang telah diberikan pengawas pada halaman belakang terdapat catatan seperti pada gambar. ya, coreter tidak ambil pusing dan melaksanakan ujian dengan sangat percaya diri dan semangat. yang terjadi adalah coreter hanya bisa mengisi dua soal dari empat soal yang diberikan, dengan percaya diri dikerjakan dan hanya dalam waktu satu jam ujian sudah selesai dan dilanjutkan untuk pengerjaan ulang ( take home ). ya bersyukurlah karena selama perkuliahan dosen mata kuliah ini sangat terbuka, tidak mempersulit dan tentunya selalu memberikan motivasi untuk lebih baik lagi.

ya coba kalau setiap mata kuliah seperti ini ? tapi itu tidak akan terjadi dan tidak akan seru mengingat perjalanan kuliah tidak beragam. seperti itu ...
yang jelas bapak selalu memberikan yang terbaik bagi mahasiswa yang diajarnya. semangat pa, semoga bapa sehat selalu dan diberikan kemudahan dalam melakukan berbagai kebaikan.

Salam Coreter,
Read more » 0 comments

Monday, 28 April 2014

Kembali Corat-Coret

Setelah sekian lama menghilang dan meninggalkan kebiasaaan "mencoret", minggu keempat bulan april menjadi titik balik untuk kembali membuat berbagai coretan. Dengan berbagai hambatan yang dihadapi pada hari ini senin, yang katanya sering kita dengar dengan istilah " i hate monday ", ( fakta monday ) 
bagi Coreter ya MONDAY sama seperti hari lain dan tidak ada diskriminasi pada salah satu atau beberapa hari. Mayoritas kawan coreter menganggap seluruh aktifitas diawali pada hari senin, sehingga dengan pekerjaan atau setiap profesi akan melaksanakan kegiatannya dimulai kembali pada hari senin. Setelah berakhir pekan, orang-orang kembali pada kegiatan masing-masing, sehingga disana timbul anggapan bahwa hari senin terjadi penumpukan berbagai kegiatan manusia yang terhenti setelah mereka berlibur di akhir pekan. 

Senin Pagi, kembali teringat akan kebiasaan lama di rumah kedua saya Pondok Pesantren KHZ Musthafa Sukamanah Tasikmalaya setiap setelah selesai salat subuh selalu dibiasakan untuk berjamaah shubuh, wirid dan diakhiri dengan pengajian ba'da subuh. kegiatan tersebut rutin saya lakukan setiap hari selama 6 tahun tinggal di Sukamanah. Pada realitanya, meskipun banyak terjadi penyelewengan misal;  telat bangun, keadaan bangun yang mesti disiram, pengajian ngantuk bahkan tidur sampai ditinggal teman lain pulang dan saya tertidur pulas. Saya sadar bahwa kegiatan tersebut menjadi bekal bagi coreter di kemudian hari untuk mengisi hari-hari yang akan saya lalui. Setelah disadari, kegiatan tersebut coba saya lakukan kembali di awal-awal hari yang saya lalui.
Melihat keadaan kamar yang sangat tidak mendukung untuk melakukan berbagai kegiatan, saya putuskan pagi ini untuk membereskan, membersihkan dan menata kamar, dengan harapan kembali menemukan aura untuk melakukan berbagai aktifitas. Dan terbukti dengan suasana ruang yang lebih segar, berbagai aura positif merasuki raga dan puncaknya timbul niat kembali "corat-coret".

Senin siang, persis siang yang panas dan tubuh yang lelah menimpa siang hari ini dilalui dengan melipatkan bulu mata dengan meluruskan seluruh angggota badan diatas kumpulan kapas. 

Senin Sore, ketika kawan lain silih berganti masuk kontrakan pulang dari kegiatannya di kampus, hari itu saya berangkat "ngampus" , ya ma'lum jurusan coreter mayoritas jadwal kuliah berada di ujung hari yang katanya tepat untuk belajar tentang fenomena alam. 

Senin Malam, dengan berbagai kondisi yang beragam; kawan ngajak futsal, badan yang tidak fit, dan tugas yang beraneka ragam, ya inilah proses coreter lalui dan putuskan untuk kembali membuat coretan yang pada dasarnya mengupas kegiatan selama Senin ini.

Pada akhirnya, semoga tulisan ini bermanfaat dan memberikan motivasi lebih untuk menjadi lebih baik di hari berikutnya dengan berbagai kegiatan yang kawan-kawan laksanakan. 
Semua yang baik datangnya dari Allah swt. dan yang buruknya dari saya pribadi.

Salam Coreter,   

Read more » 0 comments

Wednesday, 17 April 2013

Masalah Belajar



Dalam seluruh proses pendidikan, belajar merupakan kegiatan inti. Pendidikan itu sendiri dapat diartikan sebagai bantuan perkembangan melalui kegiatan belajar. Secara psikologis belajar dapat diartikan sebagai proses memperoleh perubahan tingkah laku (baik dalam kognitif, af'ektif, maupun psikomotor) untuk memperoleh respons yang diperlukan dalam interaksi dengan lingkungan secara efisien.
Dalam kegiatan belajar dapat timbul berbagai masalah baik bagi pelajar itu sendiri maupun bagi pengajar. Misalnya bagaimana menciptakan kondisi yang baik agar berhasil, memilih metode dan alat-alat sesuai dengan jenis dan situasi belajar, membuat rencana belajar bagi siswa, menyesuaikan proses belajar dengan keunikan siswa, penilaian hasil belajar, diagnosis kesulitan belajar, dan sebagainya. Bagi siswa sendiri, masalah-masalah belajar yang mungkin timbul misalnya pengaturan waktu belajar, memilih cara belajar, menggunakan buku-buku pelajaran, belajar berkelompok, mempersiapkan ujian, memilih mata pelajaran yang cocok, dan sebagainya.
Keberhasilan belajar siswa/mahasiswa itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal (yang bersumber dari dalam diri sendiri) maupun eksternal (yang bersumber dari luar atau lingkungan).
a. Faktor Internal
Ada beberapa faktor yang harus dipenuhi siswa agar belajarnya berhasil. Syarat-syarat itu meliputi fisik dan psikis. Yang termasuk faktor fisik, di antaranya: nutrisi (gizi makanan), kesehatan dan keberfungsian fisik (terutama pancaindera). Kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan kelesuan, lekas mengantuk, lekas lelah, dan kurang bisa konsentrasi. Penyakit juga dapat mempengaruhi keberhasilan belajar, apabila penyakit itu bersifat kronis atau terus menerus dan mengganggu kenyamanan. Pancaindera pun sangat berpengaruh terhadap belajar, karena merupakan pintu gerbang masuknya informasi dari luar. Oleh karena itu, pemeliharaan yang intensif sangat penting bagi individu. Sementara yang masuk faktor psikis di antaranya adalah kecerdasan, motivasi, minat, sikap dan kebiasaan belajar, dan suasana emosi. Apabila kedua faktor tersebut tidak terpenuhi atau mengalami gangguan, maka kemungkinan besar individu akan mengalami kesulitan belajar.
Menurut W.H. Burton (Syamsu Yusuf LN dkk., 1992) faktor internal yang mengakibatkan kesulitan belajar adalah sebagai berikut.

Ketidakseimbangan mental atau gangguan fungsi mental: kurangnya kemampuan mental yang bersifat potensial (kecerdasan), kurangnya kemampuan mental, seperti kurang perhatian, adanya kelainan, lemah dalam berusaha, menunjukkan kegiatan yang berlawanan, kurangnya energi untuk bekerja atau belajar karena kekurangan makanan yang bergizi, kurangnya penguasaan terhadap kebiasaan belajar dan hal-hal fundamental dan kesiapan diri yang kurang matang.
Gangguan fisik: kurang berfungsinya organ-organ perasaan, alat-alat bicara dan gangguan kesehatan (sakit-sakitan).
Gangguan emosi: merasa tidak aman, kurang bisa menyesuaikan diri, baik dengan orang, situasi, maupun kebutuhan, adanya perasaan yang kompleks (tidak karuan), perasaan takut yang berlebihan (phobia), perasaan ingin melarikan diri atau menghindar dari masalah yang dialami dan ketidakmatangan emosi.

b. Faktor Eksternal
Faktor ini meliputi aspek-aspek sosial dan nonsosial. Yang dimaksud dengan faktor sosial adalah faktor manusia, baik yang hadir secara langsung (bertatap muka atau berkomunikasi langsung), maupun kehadirannya secara tidak langsung, seperti: berupa foto, suara (nyanyian, pembicaraan) dalam radio, TV, dan tape recorder. Sedangkan yang termasuk faktor nonsosial adalah: keadaan suhu udara (panas, dingin), waktu (pagi, siang, malam), suasana lingkungan (sepi, bising atau ramai), keadaan tempat (kualitas gedung, luas ruangan, kebersihan, ventilasi, dan kelengkapan mebeler), kelengkapan alat-alat atau fasilitas belajar (ATK, alat peraga, buku-buku sumber, dan media komunikasi belajar lainnya).
Jadi jelas bahwa dalam kegiatan belajar ini banyak masalah-masalah yang timbul terutama yang dirasakan oleh siswa sendiri. Sekolah mempunyai tanggung jawab yang besar dalam membantu siswa agar mereka berhasil dalam belajar. Untuk itu hendaknya sekolah memberikan bantuan kepada siswa dalam mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam kegiatan belajar. Di sinilah penting dan perlunya program bimbingan dan konseling untuk membantu agar mereka berhasil dalam belajar. Layanan bantuan yang seyogianya diberikan kepada para siswa adalah bimbingan belajar. Bimbingan belajar ini meliputi beberapa kegiatan layanan, baik yang bersifat preventif maupun kuratif. Layanan yang bersifat preventif di antaranya dengan pemberian layanan informasi sebagai berikut: Sikap dan kebiasaan belajar yang positif, cara membaca buku yang efektif, cara membuat catatan pelajaran, cara mengikuti kegiatan belajar di dalam dan di luar kelas, cara belajar kelompok, dan teknik menyusun laporan. Adapun bimbingan belajar yang bersifat kuratif adalah layanan bantuan bagi para siswa yang memiliki masalah atau kesulitan belajar. Untuk membantu mereka, maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a.    Mengidentifikasi kasus, dengan cara membandingkan nilai setiap siswa dengan nilai batas lulus kelompok, dan menerima laporan dari setiap guru atau wali kelas tentang aktivitas belajar setiap siswa yang diduga bermasalah dalam belajar.
b.    Mengidentifikasi. letaknya masalah, dengan cara melihat kawasan tujuan belajar mana yang belum tercapai, dan melihat ruang lingkup atau bahan ajar mana yang belum dikuasai.
c.    Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar (diagnosis). Faktor-faktor penyebab ini dapat diklasifikasikan ke dalam dua laktor, yaitu: internal (yang berasal atau bersumber dari diri siswa itu sendiri) dan eksternal (yang bersumber dari luar atau lingkungan).
d.    Prognosis, mengambil kesimpulan dan keputusan serta meramalkan kemungkinan penyembuhannya.
e.    Treatment, pemberian layanan bantuan sesuai dengan prognosis yang telah dilakukan.
Read more » 0 comments

Copyright © CORET-CORETAN 2013

Template By assaul